TRAINING ANALISA BEBAN KERJA (WORKLOAD ANAYLSIS)
“Optimalkan efisiensi dan produktivitas tim Anda melalui pelatihan Analisis Beban Kerja. Dengan memahami metode analisis yang efektif, Anda dapat mengidentifikasi dan mengelola tugas-tugas yang memerlukan prioritas, mengoptimalkan alokasi sumber daya, dan memastikan bahwa setiap anggota tim berkontribusi secara maksimal. Pelatihan ini tidak hanya membuka wawasan tentang teknik analisis beban kerja, tetapi juga memberdayakan Anda untuk mengoptimalkan kinerja tim dan mencapai hasil yang lebih baik dalam lingkungan kerja yang dinamis. Segera investasikan waktu Anda dalam pelatihan ini dan dorong produktivitas serta keberhasilan tim Anda ke tingkat yang lebih tinggi.”
PELATIHAN ANALISA BEBAN KERJA (WORKLOAD ANALYSIS)

Bagaimana seharusnya menghitung nilai beban kerja dengan memperhatikan factor-faktor kunci penyelesaian tugas kedinasan? Kemudian bagaimana training analisa beban kerja (workload analysis) dapat membantu HRD dalam menganalisis beban kerja secara komperehensif , tahap demi tahap, mulai dari persiapan sampai penyajian sehingga layak konsumsi user department. Maka dari itu, dalam Training Analisa Beban Kerja akan dijelaskan dan dipaparkan beberapa komponen yang menjadi point – point penting dalam analisis beban kerja. Sehingga setiap karyawan workload-nya sepadan dengan job description nya.
Pengertian Analisa Beban Kerja (Workload Analysis)
Analisis beban kerja juga dikenal dengan workload analysis (WLA) adalah cara yang digunakan perusahaan untuk dapat menghitung porsi dan beban kerja masing-masing karyawan secara terstruktur. Beberapa faktor yang menjadi pertimbangan perusahaan ketika menghitung beban kerja karyawan adalah posisi dan juga jabatan karyawan yang bersangkutan di perusahaan. Analisis beban kerja sebagai metode yang digunakan untuk mengetahui waktu, upaya dan sumber daya yang dibutuhkan untuk menyelesaikan sebuah pekerjaan. Menetapkan beban pekerjaan kepada seseorang harus dilakukan dengan tepat. Pemberian beban kerja yang tepat akan membantu performa kerja secara keseuruhan.
Masalah Utama Dalam Konteks Analisa Beban Kerja (Workload Analysis)
Informasi beban kerja yang dimiliki oleh perusahan kerap dihasilkan dari kalkulasi beban kerja hanya memperhitungkan beban kerja fisik dari pemangku jabatan informasi beban kerja tersebut umumnya beum memperhitungkan beban mental/kognitif, beban kerja yang ditimbulkan karena factor kejar tayang, tingkat ketegangan dalam menyelesaikan tugas, tingkat kepuasan pemangku jabatan. Informasi beban kerja yang diukur kerap belum didukung oleh pedoman baku perusahan bagaimana seharusnya menghitung nilai beban kerja jabatan dengan memperhatikan factor-faktor kunci penyelesaian tugas kedinasan.
Solusi dari permasalahan tersebut adalah bagaimana mengetahui dan memahami secara lebh baik konsep dan prinsip sahih/valid analisis beban kerja (ABK). Analisis beban kerja adalah salah satu proses dalam perencanaan SDM. Umumnya, perusahaan melakukan proses ini untuk memastikan sumber daya manusia yang dimiliki sudah sesuai dengan kebutuhan bisnis. Seperti yang kita pahami, sumber daya merupakan aset yang sangat penting bagi perusahaan. Mereka ini menjadi penggerak utama roda bisnis. Namun demikian, untuk mengetahui karyawan ditugaskan apa di posisi mana harus melalui proses analisis beban kerja. Oleh karena itu, analisis ini tidak dapat dipisahkan dari keseluruhan proses perencanaan SDM yang dilakukan oleh perusahaan secara rutin. Dari analisis ini, perusahaan akan mengetahui berapa waktu kerja yang dibutuhkan untuk menyelesaikan sebuah misi dan juga jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan untuk itu. Dalam pelatihan ini peserta akan diajak untuk dapat meningkatkan knowledge dan melakukan perhitungan analisis beban kerja secara terstruktur. Diantaranya sebagai berikut:
- Memahami secara lebih baik konsep dan prinsip sahih/valid analisis beban kerja (ABK).
- Memahami secara lebih baik konsep dan prinsisp man power planning berbasis ABK.
- Mampu mendiagnosa penyebab tingg atau rendahnya beban kerja pekerja atau unit kerja dalam menyelesaikan tugas kedinasan.
- Mampu memperkirakan beban kerja pekerja di suatu jabatan atau unit kerja di masa kini dan di tahun-tahun mendatang yang sejalan dengan strategi perusahaan.
- Mampu menentukan pekerja berbasis ABK di tahun kini dan mendatang untuk MPP pada suatu jabatan atau unit kerja dengan mempertimbangkan strategi perusahaan dan estmasi pekerja yang akan pension.
Berlangsung selama dua hari sejak tanggal 13 sampai dengan 14 Desember 2024 PT Migas Mandiri Pratama Kaltim bekerja sama dengan Gemilang training untuk melaksanakan traning ini. Walaupun perserta nya hanya satu orang pelatihan berjalan dengan lancar dan penuh antusias. Selama pelatihan peserta aktif berdiskusi terkait pengalaman dan hal-hal yang terjadi di lapangan.
Beberapa materi training Workload Analysis yang didiskusikan peserta bersama trainer antara lain :Konsep dan prinsip-prinsip ABK, diagnose beban kerja suatu jabatan, Teknik pengukuran beban kerja, dan dilakukan simulasi pengukuran dan Analisa beban kerja. Pada akhirnya, analisis beban kerja bukan proses yang dapat berjalan sendiri. Seperti yang sudah sempat disinggung di awal artikel, proses ini merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses perencanaan sumber daya manusia. Inilah pentingnya Analisa beban kerja agar pemangku jabatan atau unit kerja dapat menghitung beban kerja karyawan sesuai dengan jabatannya.
Itulah penjelasan tentang Analisa beban kerja dan peran pentingnya bagi organisasi atau perusahan. Terkait testimoni peserta dalam mengikuti pelatihan ini adalah peserta sangat terbantu dalam mengetahui keseimbangan antara beban kerja dan jumlah sumber daya yang dimiliki. Untuk memahami bagaimana analiss beban kerja untuk perusahan anda maka anda perlu mengikuti pelatihan yang tepat. Apabila perusahaan Anda membutuhkan Training Analisis Beban Kerja (Workload Analysis) untuk menambah wawasan karyawan dan memajukan perusahan silahkan hubungi marketing training kami melalui website Gemilang Training.



